Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
<title>Arti غَلِيظَ AlQuran Perkata, AlQuran dan Tafsir, Al Quran dan Terjemah, atau makna غليظ
<<<==ayat berikutnya

Ali-Imran ayat ke 159

ayat sebelumnya ===>>

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الـلَّـهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى الـلَّـهِ إِنَّ الـلَّـهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Setiap Huruf arab ini dapat diklik untuk diperdalam maknanya

Kajian kata غَلِيظَ pada surat 3.Ali-Imran ayat ke 159
Juz ke : 4 Halaman : 71 Baris ke : 2 pada mushaf Quran Madinah
Bacaan dalam tulisan arab latin ghalîdha
Arti kata ghalîdha ( غليظ )kasar
Jumlah pemakaian kata غَلِيظَ1 kali. Rinciannya ada disini
Kata dasar dari kata غَلِيظَ tersusun dari suku kata غ-ل-ظ

Penggunaan kata dasar غ-ل-ظ ini pada AlQuran ada di sini

Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata
غ-ل-ظ pada AlQuran
13 kali.

Dipakai untuk kata benda sebanyak : 10 kali. Rinciannya ada disini

Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 3 kali. Rinciannya ada disini

Jumlah variasi pemakaian kata dasar غ-ل-ظ pada AlQuran8 macam. Rinciannya ada disini
Makna dari kata dasar غ-ل-ظ

Catatatan :
Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya
Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata terganggu, kaget, terkesima, campur aduk, rawan

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata
mengasarkan, memperkasar, menjadi kasar, mengganggu, mengacau, mengubrak-abrik, mengacaukan, membingungkan, mengalahkan, terbalik, membuncah, merusak, menumbangkan, tumbang, memperkacaukan, mengobrak-abrik
Kajian kata غَلِيظَ ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan.

2 gender laki-laki : kata غَلِيظَ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3 obyek : kata غَلِيظَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna

4 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata غَلِيظَ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki.

5 kata yang memiliki makna sangat : kata غَلِيظَ ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam artian tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja.

6 keterangan : kata غَلِيظَ ini digunakan untuk menerangkan obyek sebelumnya yaitu فَظًّا

7 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata غَلِيظَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah.

8 kata benda atau kata sifat : kata غَلِيظَ ini dapat digunakan untuk menerangkan suatu kata sifat atau kata benda abstrak, jika kata ini digunakan untuk menerangkan kata benda maka kata bendanya merupakan jenis kata benda abstrak.

Disclaimer / penafian