Hadits riyawat : muslim dengan nomor hadits : 4785
حَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَرَفَعَ الْحَدِيثَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الأجل
Arti kata al-ajala ( الأجل ) | waktu |
Jumlah pemakaian kata ٱلْأَجَلَ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الْأَجَلَ tersusun dari suku kata | ا-ج-ل kata dasar ا-ج-ل ini huruf hijaizah yang pertama yaitu ا yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar ا-ج-ل ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ا-ج-ل pada AlQuran | 56 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 39 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 17 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ا-ج-ل pada AlQuran | 21 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ا-ج-ل Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata warung, kedai, kandang, kehormatan, kemuliaan, penghormatan, penghargaan, nama baik, kebesaran, kemurnian, akhlak, yg terhormat, jongko, dalih, alasan, meja tempat penjualan, meja kedai Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata menunda, menangguhkan, menolak, menyuruh menunggu, memperlambat, mempertangguhkan, mengemudiankan, mengundurkan, membelakangkan, memundurkan, memperlamakan, memperlambatkan, memperlalaikan, tunduk, menghormati, mengampuni, membebaskan, membatalkan, mengirimkan uang, mengurangi, menyerahkan pd yg berwenang, mogok, gagal, mati, berdalih, mengelak, mengandangkan, menipu, memperdaya, memperdayakan, berperan sbg, mematikan, ragu-ragu, berlengah-lengah, menangguh-nangguhkan, terus, meneruskan, teruskan, melestarikan, lanjut, masih terus, melanjut, berjalan terus, sambung, menyambung, mempertalikan, mengalir terus, melanjuntukan, keterusterangan, membentang terus, menghargai, memuliakan, memuja, menerima, menjunjung, menetapi, menguangkan, memperkalang, menyisihkan, mengesampingkan, menyimpan, menguntukkan, kembali, melambankan, melambatkan, menaruh ke tempat yg semula |
Kajian kata الْأَجَلَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 obyek : kata الْأَجَلَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 3 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْأَجَلَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. |