Hadits riyawat : AbuDaud dengan nomor hadits : 297
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الثالثة
lewat sinilewat sini
lewat sini
lewat sini
lewat sini
lewat sini
lewat sinilewat sini
Arti kata a(l)tstsâlitsata ( الثالثة ) | yang ketiga |
Jumlah pemakaian kata ٱلثَّالِثَةَ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الثَّالِثَةَ tersusun dari suku kata | ث-ل-ث Penggunaan kata dasar ث-ل-ث ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ث-ل-ث pada AlQuran | 32 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 32 kali. Rinciannya ada disini Kata dasar ث-ل-ث ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ث-ل-ث pada AlQuran | 24 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ث-ل-ث Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata tiga, ketiga, bermutu rendah Tidak ada kata kerja yang berkaitan kata dasar ini |
Kajian kata الثَّالِثَةَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender perempuan : kata الثَّالِثَةَ ini digolongkan dalam kata yang bergender perempuan. 3 obyek : kata الثَّالِثَةَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 4 kata dengan jumlah tunggal : kata ٱلثَّالِثَ ini merupakan jenis kata berjenis tunggal untuk perempuan 5 kata bilangan : kata الثَّالِثَةَ ini digunakan sebagai kata untuk menunjukkan bilangan. 6 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الثَّالِثَةَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. 7 kata benda tunggal perempuan : kata الثَّالِثَةَ ini termasuk jenis kata benda untuk tunggal untuk jenis perempuan |