Hadits riyawat : tirmidzi dengan nomor hadits : 2846
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ طَهْمَانَ أَبُو الْعَلَاءِ الْخَفَّافُ حَدَّثَنِي نَافِعُ بْنُ أَبِي نَافِعٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَقَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ مَاتَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ مَاتَ شَهِيدًا وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي كَانَ بِتِلْكَ الْمَنْزِلَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الحشر
Arti kata alchasyri ( الحشر ) | pengusiran |
Jumlah pemakaian kata ٱلْحَشْرِ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الْحَشْرِ tersusun dari suku kata | ح-ش-ر Penggunaan kata dasar ح-ش-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ح-ش-ر pada AlQuran | 43 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 8 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 35 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ح-ش-ر pada AlQuran | 26 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ح-ش-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata hal menghafalkan, pelantak, alat pemukul, alat pelantak, dorongan, desakan, serangan, tolak, tolakan, senggolan, tumbukan, tekad, tipuan, tongkat, batang, kemudi, lonjor, sodokan, kantung, kantong, himpitan, krus, keranjingan, kegemaran, hal melumatkan, air buah, orang-orang yg berjejalan, daya dorong, tujuan, tusukan, daya tolak, tikaman, tuju, sorongan Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata menjejalkan, mengasak, menghafalkan, menghafal, membenturkan, melanggarkan, menyerodok, menghantam, memukul, memukulkan, mendorong kuat-kuat, memukul-mukul, memadatkan, memasukkan dgn paksa, mendorong, mendesak, memaksa, menolak, menyorong, menekan, dorong, memencet, mengedarkan, mendorongkan, menjual, menawar-nawarkan, membleseki, makan dgn lahap, melekat, melekatkan, menempeli, melekap, menempelkan, menancapkan, menjorok, menonjolkan, memancangkan, menyisipkan, menusuk, menikam, menancap, berjendol, tetap tinggal, memasukkan, mengeluarkan, menjulurkan, menjulur, jerejak, membelengket, berlengket, menipu, mencocokkan, menyuntingkan, mempersisipkan, dipompa, menyodok, mencungkil, mencongkel, meninju, mengulurkan, mengaduk-aduk, membongkar-bongkar, menghancurkan, meremukkan, berjejal, menggilas, menindas, melindas, melindih, merambas, menggumalkan, mengumalkan, menundukkan, melumatkan, menindih, memeras, menghentikan, bersesak-sesak, memaksakan, menusukkan, berdesakan, maju, berdesak-desakan, menyorongkan, menggeser, menerobos, mengingsut, mengingsuntukan, mengesot |
Kajian kata الْحَشْرِ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْحَشْرِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah. |