Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 2699
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ اللَّهُمَّ إِنِّي أَنْشُدُكَ عَهْدَكَ وَوَعْدَكَ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ لَمْ تُعْبَدْ بَعْدَ الْيَوْمِ فَأَخَذَ أَبُو بَكْرٍ بِيَدِهِ فَقَالَ حَسْبُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَدْ أَلْحَحْتَ عَلَى رَبِّكَ وَهُوَ فِي الدِّرْعِ فَخَرَجَ وَهُوَ يَقُولُ { سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ بَلْ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ } وَقَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَوْمَ بَدْرٍ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الدبر
Arti kata alddubura ( الدبر ) | belakang |
Jumlah pemakaian kata ٱلدُّبُرَ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الدُّبُرَ tersusun dari suku kata | د-ب-ر Penggunaan kata dasar د-ب-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata د-ب-ر pada AlQuran | 44 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 32 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 12 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar د-ب-ر pada AlQuran | 24 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar د-ب-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata dibikin-bikin, buatan, masakan, set, kumpulan, perangkat, setel, pasangan, setelan, silam, perlengkapan, tempat, buku, letak rambut, sisiran, orang yg berkepentingan sama, bidang, siap, tetap, yg ditentukan, keras kepala, awam, biasa, senggang, terluang, serap, kurus, sedikit, sederhana, yg berhemat, tingkah laku, kelakuan, tabiat Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata merancang, merencanakan, memikirkan, menemukan, mendapatkan, memikir, membuat, menjalankan, melaksanakan, memasak, terjadi, mengusahakan rencana, mengatur dgn trampil, membangun, mengatur, terbenam, turun, menetapkan, memasang, mengeset, menyetel, menentukan, menyusun, menarik, menyediakan, menaruh, memberi, mengental, mengeras, menyebabkan, mengatupkan, mempertajam, merias, menghasut, memperkatupkan, masuk, mempersediakan, menaruhkan, meletakkan, menempatkan, memberikan, bertelur, melemparkan, menelurkan, menutup, memikulkan, menciptakan, mencipta, mereka-reka, mengarang-ngarang, merenungkan, menimbang-nimbang, mempersiapkan, menyiapkan, mengolah, mengadakan, memimpin, menyalurkan, mengalirkan, membimbing, mengantar, mengiringkan, meluangkan, menyelamatkan, menghemat, menyayangkan, menghindarkan, mengecualikan, berkecukupan tanpa, mengelola, mengurus, mengambil, menyelenggarakan, melakukan, memerintah, memegang |
Kajian kata الدُّبُرَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 obyek : kata الدُّبُرَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 3 keterangan tempat : kata الدُّبُرَ ini tergolong kata yang menerangkan posisi atau tempat. untuk jenis kata yang menerangkan posisi atau tempat ini akan menyebabkab huruf berikutnya, dalam hal ini yaitu الدُّبُرَSsd konsonan_k3 nya berupa kasrah untuk bentuk tunggal atau yna untuk bentuk jamak. selain itu tempat yang diterangkan dapat berupa tempat yang nampak atau tempat abstrak dalam bahasa arab kata tempat ini tergolong sebagai kata benda. 4 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الدُّبُرَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. |