Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 6468
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ مِنْ الرَّجُلِ الصَّالِحِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :ستة
Arti kata sittati ( ستة ) | enam |
Jumlah pemakaian kata سِتَّةِ | 7 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata سِتَّةِ tersusun dari suku kata | س-ت-ت Penggunaan kata dasar س-ت-ت ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata س-ت-ت pada AlQuran | 8 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 8 kali. Rinciannya ada disini Kata dasar س-ت-ت ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar س-ت-ت pada AlQuran | 2 macam. Rinciannya ada disini |
Kajian kata سِتَّةِ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 kata bilangan : kata سِتَّةِ ini digunakan sebagai kata untuk menunjukkan bilangan. 3 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata سِتَّةِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah. |