Hadits riyawat : malik dengan nomor hadits : 5
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى عُمَّالِهِ إِنَّ أَهَمَّ أَمْرِكُمْ عِنْدِي الصَّلَاةُ فَمَنْ حَفِظَهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا حَفِظَ دِينَهُ وَمَنْ ضَيَّعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَعُ ثُمَّ كَتَبَ أَنْ صَلُّوا الظُّهْرَ إِذَا كَانَ الْفَيْءُ ذِرَاعًا إِلَى أَنْ يَكُونَ ظِلُّ أَحَدِكُمْ مِثْلَهُ وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ قَدْرَ مَا يَسِيرُ الرَّاكِبُ فَرْسَخَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ وَالْعِشَاءَ إِذَا غَابَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ وَالصُّبْحَ وَالنُّجُومُ بَادِيَةٌ مُشْتَبِكَةٌ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :سواها
Arti kata sawwâhâ ( سواها ) | penyempurnaanya |
Jumlah pemakaian kata سَوَّىٰهَا | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata سَوَّىٰهَا tersusun dari suku kata | س-و-ي kata dasar س-و-ي ini huruf hijaizah yang kedua yaitu و yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. kata dasar س-و-ي ini huruf hijaizah yang ketiga yaitu ي yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar س-و-ي ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata س-و-ي pada AlQuran | 83 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 38 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 45 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar س-و-ي pada AlQuran | 35 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar س-و-ي Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata besarnya yg normal, suhu badan yg normal, normal, lumrah, biasa, sedang, lurus, jujur, sederhana, rapi, teratur, kemas, beres, mujur, legat, jejak, yg dpt dipercaya, sungguh-sungguh, sebenar-benarnya, yg bersungguh-sungguh, langsung, terus, terus terang, setrip, secara jujur, seterip, lurus-lurus, garis lurus, kelurusan, kejujuran, persegi, kuadrat, tepat, adil, sejajar, bujur sangkar, lapangan persegi, halus, licin, tenang, lincir, lelas, lancar, polos, klimis, sopan, angler, bulus, lancap, sama rata, guntung, ramah, ramah tamah, manis tapi tdk jujur, yg tdk tajam rasanya, dgn tenang, permukaan licin, reguler, regular, tetap, terlatih, yg menyenangkan, panggeng, tersusun, langganan tetap, bensin reguler, orang pemain tetap, prajurit tetap, kanan, benar, cocok, betul, baik, sehat, sebenarnya, segera, persis, ke sebelah kanan, hak, keadilan, sebelah kanan, kebenaran, wewenang Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata cocok, menyelaraskan, mengkwadratkan, membiayai, menyuap, menyogok, mencocokkan, menyelesaikan, sesuai, melancarkan, melicinkan, meratakan, merata, mereda, menenangkan, meluweskan, memapakkan, melenyapkan, menghilangkan, menyeterika, melelas, bercampur betul-betul, meluruskan, membetulkan, memperbaiki, menegakkan, melempangkan |
Kajian kata سَوَّىٰهَا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata kerja : kata سَوَّىٰهَا merupakan bentuk kata kerja. dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung dari waktu kejadiannya. selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung juga pada pelakunya 2 pola kedua : adapun makna dari polakata kedua ini ( فَعَّلَ ) adalah
3 kata kerja bentuk lampau : kata سَوَّىٰ merupakan bentuk kata kerja yang menerangkan pekerjaan yang telah terjadi atau telah dilakukan pada masa lampau, dan sekarang sudah tidak dilakukan lagi. 4 kata kerja aktif : kata سَوَّىٰهَا ini tergolong kata kerja aktif, maknanya subyeknya melakukan pekerjaan 5 diikuti kata ganti sebagai obyek : kata سَوَّىٰهَا ini memiliki ganti nya. kata ganti ini dicirikan dengan adanya imbuan ha ( هَا ) pada akhir katanya. Dimana imbuan ha ( هَا ) ini bertindak sebagai obyeknya. |