Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran

Hadits riyawat : tirmidzi dengan nomor hadits : 2312

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي مَرْزُوقٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ الْخَوْلَانِيِّ حَدَّثَنِي مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَعُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو مُسْلِمٍ الْخَوْلَانِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ ثَوْبَ

Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :والشهداء

Arti kata wa(al)sysyuhadâ-i ( والشهداء ) para syuhada
Jumlah pemakaian kata وَٱلشُّهَدَآءِ2 kali. Rinciannya ada disini
Kata dasar dari kata وَالشُّهَدَآءِ tersusun dari suku kata ش-ه-د

Penggunaan kata dasar ش-ه-د ini pada AlQuran ada di sini

Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata
ش-ه-د pada AlQuran
160 kali.

Dipakai untuk kata benda sebanyak : 107 kali. Rinciannya ada disini

Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 53 kali. Rinciannya ada disini

Jumlah variasi pemakaian kata dasar ش-ه-د pada AlQuran81 macam. Rinciannya ada disini
Makna dari kata dasar ش-ه-د

Catatatan :
Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya
Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata bukti, petunjuk, tanda, kesaksian, keterangan, alasan, takrir, penyaksian, fakta-fakta, sertifikat, surat keterangan, akte, ijazah, sertipikat, diploma, bantuan, pertolongan, penyaksi, penyaksi mata, contoh.

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata
menyaksikan, mengalami, mempersaksikan, bersaksi, memberikan kesaksian, membuktikan, menunjukkan, mengumumkan, mempercermin, mempercerminkan, mempecermin, menguatkan, membantu, bantu, menolong, menyumbang, memperlapang, menghadiri, hadir, mengikuti, mengurus, pergi, menenangkan, melayani, merawat, menyertai, menemani, memberi surat keterangan, memperkuat.
Kajian kata وَالشُّهَدَآءِ ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan.

2 imbuan : imbuan wa ( وَ ) yang ada pada kata ini dapat ber para syuhada , beserta, atau dapat pula ber para syuhada demi. jika kata wa ( وَ ) ini diapit oleh dua buah kata benda, atau dua buah kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini ber para syuhada . adapun jika tidak diapit oleh dua buah kata benda,kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini ber para syuhada demi.

3 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata وَالشُّهَدَآءِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah.

4 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata وَالشُّهَدَآءِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

Disclaimer / penafian